American Film Showcase (AFS): “Come Hell or High Water”

Friday, April 17, 2015


Caryn R McClelland konsul Amerika Serikat
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat melalui Kedutaan Besar A.S. di Jakarta dan Konsulat Jenderal A.S. di Surabaya menyelenggarakan program American Film Showcase (AFS) . Program ini merupakan inisiatif dari Departemen Luar Negeri A.S. bekerja sama dengan University of Southern California's School of Cinematic Arts (SCA). Melalui program ini, Kedutaan Besar dan Konsulat Jenderal A.S. mengundang sutradara film dokumenter AS ternama untuk acara film screening dan diskusi mengenai isu-isu masyarakat AS dari sudut pandang sutradara film dokumenter. More info : http://redirect.state.sbu/…
Sebagai rangkaian program AFS, Konjen AS mengundang sutradara film AS Leah Mahan (http://redirect.state.sbu/?url=www.leahmahan.com

sumber: prtsc email Rendra Manaba 

Acara film screening (pemutaran film) “Come Hell or High Water” karya sutradara Leah Mahan, yang mengangkat isu tentang lingkungan hidup. Konjen AS memilih Kendari sebagai salah satu kota yang dikunjungi dalam rangkaian program AFS ini mengingat isu lingkungan hidup merupakan isu yang hangat di Kendari dan kami ingin menjangkau komunitas anak-anak muda yang kreatif di Kendari.
Adapun pemutaran film ini diadakan pada:
Hari/Tanggal : Sabtu, 18 April 2015
Waktu            : 19.00 – 20.30 Wita
(pemutaran film 60 menit, diskusi 30 menit bersama sutradara film AS Leah Mahan).
Tempat          : Coffee 77, Hotel Dblitz - Lantai 5.
Info & Pendaftaran Peserta Makmur Rantas (085241508453) Kha Kent PandawaLima Ku (081340392505)
Mengundang peserta (mahasiswa, masyarakat umum, aktivis LSM, publik, dll) dan pihak terkait yang berminat terhadap isu lingkungan hidup dan industri kreatif, khususnya pembuatan film dokumenter. Kami berharap melalui program ini tercipta hubungan dan kerjasama yang lebih baik antara Konjen AS di Surabaya dan anak-anak muda di kota Kendari.
leahmahan.com
Dalam kunjungan ini, Ms. Leah Mahan akan didampingi Ms. Carolina Escalera, Public Affairs Officer, Esti Durahsanti dan Christian Simanullang, Public Affairs Assistant dan Konsulat Jenderal A.S. di Surabaya selama program.
Berikut adalah informasi mengenai film “Come Hell or High Water”.
COME HELL OR HIGH WATER: THE BATTLE FOR TURKEY CREEK
Sutradara: Leah Mahan
Tahun: 2013
Durasi: 56 menit
Trailer: http://redirect.state.sbu/?url=http://vimeo.com/75982923
Sinopsis:
Come Hell or High Water: The Battle for Turkey Creek menceritakan perjalanan Derrick Evans yang penuh liku tapi juga penuh inspirasi. Derrick adalah seorang guru di Boston yang pulang ke kampung halamannya di pantai Mississippi saat makam leluhurnya digusur untuk pembangunan kota Gulfport. Selama sepuluh tahun, Derrick dan para tetangganya melawan kepentingan para politisi dan korporat serta menghadapi cobaan yang meliputi Badai Katrina dan bencana tumpahnya minyak BP. Simak perjuangan mereka dalam menentukan nasib dan menegakkan keadilan lingkungan hidup.
Biografi Sutradara:
Leah Mahan adalah pembuat film dokumenter independen yang karyanya telah dinominasikan oleh Directors Guild of America untuk Pencapaian Sutradara yang Luar Biasa. Film karya Leah, Sweet Old Song (2002), ditampilkan di serial PBS, P.O.V., dan dipilih oleh kritikus film, Roger Ebert, untuk ditayangkan pada Overlooked Film Festival miliknya (Ebertfest). Leah menghabiskan 12 tahun untuk membuat Come Hell or High Water dan diundang untuk bekerja dalam tahap kedua penyuntingan film di Sundance Institute Documentary Editing dan Story Lab. Film pertamanya adalah Holding Ground: The Rebirth of Dudley Street. Karya Leah didukung oleh Sundance Institute Documentary Fund, Independent Television Service, Ford Foundation, dan W.K. Kellogg Foundation.
Penghargaan:
New Orleans Film Festival 2013 – Penghargaan Penonton untuk Fitur Dokumenter
Sundance Documentary Edit dan Story Lab 2011 – Keanggotaan


LAPORAN HASIL KEGIATAN ‘Kendari Kreatif Fest 2014”

Wednesday, December 24, 2014




Sudah seminggu hujan terus membasahi jalan Supu Yusuf Kompleks Ruko Eks MTQ Square Kendari, bahkan sempat membuat air tergenang setinggi 20 cm dibadan jalan yang merupakan titik venue kegiatan tahunan dari Kendari Kreatif. Persiapan KKFest2014 sangat menegangkan dan sempat membuat kekhawatiran semua pihak yang terlibat untuk menyelenggarakan Kendari Kreatif Fest 2014 yang menjadi ajang promosi, pemasaran dan penjualan langsung karya kreatif baik yang berbentuk barang maupun jasa dari insan kreatif dan pelaku industri kreatif serta sebagai ruang pembuktian akan kekuatan ekonomi kreatif. Event ini sudah ketiga kalinya dilaksanakan sejak tahun 2012 di Kota Lama Kendari dan tahun 2013 di tanah kosong samping alun-alun Eks MTQ Kendari. Malam tanggal 12 Desember 2014 belum ada tanda-tanda hujan akan reda, begitu juga dengan angin terus memberontak ingin meruntuhkan tenda hall, sarnavile, stage dan rigging yang telah terpasang sejak sore hari. Loading in terhambat oleh cuaca ekstrim dan membuat sound system, lighthing dan beberapa produk vendor lainnya basah kuyup. Dengan semangat yang kuat dan keyakinan yang besar semua pejuang Kendari Kreatif tetap optimis untuk bergotong royong menyelesaikan layout yang telah ditetapkan.

Spanduk #KKFest2014 di Ruas Jalan Utama Kota Kendari
Welcome to #KKFest2014


Pengunjung #KKFest2014

Walau hujan terus menyerang dan angin bertiup kencang semua itu tak mengkerdilkan semangat para komunitas kreatif dan UKM yang ikut berpartisipasi. Dasar orang kreatif memiliki semangat dan gelora tinggi serta selalu mencari solusi setiap permasalahan yang timbul. Sejak sebulan persiapan kami mendapat hantaman keras dengan perpindahan dua kali tempat penyelenggaraan KKFest2014. Rencana awal di Gor Pemuda Sultra tidak dapat digunakan, karena adanya kegiatan lain yang juga akan menggunakan tempat tersebut dengan waktu yang sama. Sementara alternatif lain yang kami harapkan yaitu penggunaan Ruang Terbuka Publik (RTP) di Kota Kendari yaitu Tugu Persatuan Sultra Eks MTQ juga tidak dapat digunakan karena kami dikenakan biaya pemakaian tempat yang begitu besar. Hingga akhirnya waktu yang hanya tinggal 3 hari (H-3), Kendari Kreatif sesuai dengan kesepakatan bersama Komunitas dan UKM kemudian memutuskan menggunakan badan jalan Supu Yusuf Kompleks Ruko Eks MTQ Square Kendari depan Sekretariat Kendari Kreatif sebagai venue KKFest2014, agar lebih mudah mengontrol loading dan dapat menekan biaya operasional. Tak kenal hujan, angin dan suara pesimis yang seolah ingin mengoyahkan komitmen terlaksananya Kendari Kreatif Fest 2014. Hingga dini hari para Komunitas Kreatif dan UKM terus bekerja bersama-sama menyelesaikan semua event production. Hari itu tanggal 13 Desember 2014 akhirnya hujan deras dan angin kencang mulai sadar bahwa ada hajatan mulia yang tidak menginginkan kehadiran mereka. Sebelum acara pembukaan dimulai, sore harinya para pengunjung sudah berdatangan baik warga, pelajar dan mahasiswa maupun pihak Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. KKFest2014 kedatangan tamu selain dari Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Pusat juga ada Shafa Indonesian Idol Cilik dari Jakarta sebagai bintang tamu serta dari Kota Makassar yaitu sutradara dan 6 artis pemeran utama Film Bombe yang ingin melihat produk kreatif lokal sekaligus silaturahmi bersama pelaku industri kreatif di Kota Kendari.

Director & Sutradara serta Pemeran Utama #FilmBombe hadir di #KKFest2014

Dendi - Pengunjung asal Kota Makassar
Kedatangan secara tiba-tiba Shafa Idol dan rombongan Film Bombe bersama dengan 6 anak kecil yang berakting dalam Film tersebut, membuat suasana KKFest2014 menjadi seru dan penuh warna. Mereka berkeliaran di area stand pameran dan langsung dikeremuni oleh para fans untuk berfoto dan berselfi ria. Pengunjung yang baru saja tiba dari Wakatobi dan sengaja singgah di Kota Kendari untuk menghadiri KKFest2014, Dendi berkata “penuh kejutan telah hadir disini dan kembali bertemu dengan sutradara serta 6 artis cilik pemeran Film Bombe, saya asli orang Makassar sudah 2 kali saya menonton Film Bombe di XXI Mal Panakukang Makassar. Setelah berwisata di Wakatobi selama 3 hari dan sengaja menyempatkan waktu untuk hadir di acara Kendari Kreatif yang selama ini saya hanya melihatnya di medsos dan videonya di youtube. Saya serasa berada di Kota Makassar dan bertemu dengan orang-orang kreatif Makassar di KKFest2014”. Sementara Rere director dan sutradara Film Bombe berucap bahwa “kegiatan seperti ini jarang ada di Kota Makassar, acara yang dapat menghimpun Komunitas dan UKM yang berbeda ganre dan prinsip itu luarbiasa. Apalagi produk yang dihasilkan dan dipamerkan sangat unik dan memiliki nilai seni yang tinggi. Rugi rasanya bagi warga Kota Kendari – Sulawesi Tenggara yang tidak meluangkan waktunya untuk datang dan menyaksikan acara ini. Besok malam saya akan tampil dipanggung KKFest2014 sekalian talkshow bedah Film Bombe”.

Dra. Poppy Savitri Sekretaris Dirjen Ekonomi Kreatif


Sanggar Tari KK Opening Art – Ceremonial #KKFest2014

Waktu sudah menunjukkan pukul 18.00 wita, kita break sejenak untuk Isoma pesan MC diatas panggung. Tepat pukul 19.00 wita kemudian screen panggung disisi kanan menyala, ternyata ada pemutaran film pendek lokal buatan anak Kendari. Para rombongan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dipersilahkan mengisi tenda VVIP yang sudah disiapkan oleh penyelenggara dan sebagian pengunjung ikut menyaksikan pemutaran film pendek yang disajikan dalam layar yang berukuran 2 x 2 meter. Setelah pemutaran film indie tersebut, kemudian berlanjut pada penampilan Stand Up Comedy Kendari yang mengiringi kedatangan Dra. Poppy Savitri Sekretaris Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain dan Iptek Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Acara yang ditunggu-tunggu yaitu Opening Art Kendari Kreatif Fest 2014 berlangsung dengan sebuah ceremonial sarat makna. Kolaborasi antara Monolog Cerita Rakyat oleh Papi Seniman Senior, Tari Tradisional oleh Sanggar Tari KK, Musik Tradisional dan Modern oleh KKcoustic serta penampilan Parkour aksi spektakuler dari Kendari Urban Trace. Sehabis menikmati opening ceremonial, rombongan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia ditemani oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sulawesi Tenggara beserta perwakilan dari Kendari Kreatif berkunjung ke stand pameran diantaranya; Adham Art, WPAP Sultra, Marchandise ILIKENDARI, Nandar Art, Baju Pokea, AnacondA VS anabule.co, Buton Clothing, Adam Lampion, Gen Aktif Baubau, Sultra Cerdas, AIS Kendari, ICI Kendari, Baubau Kriya, Findi Ban dan Anyaman Bambu serta Kerajinan Tempurung Kelapa hasil pelatihan dan workshop Desain Produk dan Kemasan yang diselenggarakan oleh Disparekraf Prov. Sultra dan Kemenparekraf Republik Indonesia pada bulan Oktober 2014.
 
Kunjungan Sek. Dirjen Ekraf Kemenpar RI bersama Kadis Parekraf Prov. Sultra ke Stand Pameran

Seperti yang telah dijadwalkan acara talkshow dengan tema “Kekuatan Baru Ekonomi Kreatif Indonesia” dengan narasumber Dra. Poppy Savitri dan moderator Derlin, langsung mendapat perhatian khusus oleh seluruh pengunjung, peserta pameran, komunitas dan UKM serta warga sekitar yang melintas di jalan Supu Yusuf Kendari. Dalam pemaparannya Poppy menyampaikan “kesan yang baik dan rasa bangganya kepada Kendari Kreatif yang telah menyelenggarakan KKFest untuk ketiga kalinya secara berkesinambungan setiap tahunnya. Kegiatan ini harus terus dilaksanakan dengan penuh semangat dan konsisten. Jangan pernah takut untuk bermimpi, sewaktu saat semua impian dan tujuan dari kegiatan ini akan didapatkan. Kekuatan ekonomi kreatif ada pada orang-orang lokal, seni dan budaya bangsa yang menjadi identitas kita. Buat para insan kreatif baik Komunitas, UKM maupun pelaku industri kreatif yang ada di Kota Kendari harusnya bersatu dan memperkokoh barisan kreatifitas dengan terus berkarya tanpa henti, diikuti dengan inovasi agar orientasi bisnis dan ekonomis terwujud dengan nilai dan hasil yang maksimal. Tentunya kami sebagai Pemerintah Pusat sangat mengapresiasi dan berkomitmen untuk mendukung Kendari Kreatif dalam mengembangkan ekonomi kreatif di daerah. Dan Kendari Kreatif Fest telah kami jadikan sebagai kalender event nasional agar setiap tahunnya dapat terlaksana dengan semakin baik dan semarak lagi dengan kehadiran peserta dari luar untuk ikut memamerkan dan memasarkan produk kreatif yang dihasilkan”.

Talkshow “Kekuatan Baru Ekonomi Kreatif Indonesia”

Talkshow “Sharing & Bedah #FilmBombe”

Penyerahan Plakat ILIKENDARI
Sementara Zainal Koedoes Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sulawesi Tenggara dalam sambutannya menyatakan “akan terus menjalin kerjasama yang baik dengan Kendari Kreatif. Tahun depan Hallo Sultra kembali dilaksanakan, tentunya Kendari Kreatif harus berperan besar pada penyelenggaraan event tersebut, begitu juga dengan perencanaan event 15 bulan di langit yang akan dilaksanakan setiap bulan akan menjadi arena dan pasar bagi pelaku industri kreatif, komunitas, seniman dan budayawan untuk mengekspresikan karya seni kreatifnya. Dinas menjadikan Kendari Kreatif sebagai rekan kerja untuk melaksanakan program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Komunikasi, konsolidasi, koordinasi dan konsultasi akan terus dilakukan demi terjalinnya kolaborasi antara Pemerintah, Komunitas, Akademisi, UKM dan Pengusaha. Karena tanpa Komunitas, Pemerintah tidak bisa berbuat banyak begitupun sebaliknya”.

 Rere Art2Tonic Perform
KKcoustic Perform
Dalam rangkaian penyelenggaraan KKFest2014 yang membedakan dari tahun-tahun sebelumnya adalah adanya Launching Creative City Branding ILIKENDARI yang diresmikan langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain dan Iptek Kementerian Pariwisata Republik Indonesia agar menjadi Brand dari Kota Kendari. ILIKENDARI adalah sebuah gerakan untuk mempromosikan Kota Kendari ke dunia internasional. Menjadikan Kota Kendari sebagai salah satu tujuan destinasi yang akan disukai oleh wisatawan baik domestik maupun internasional, dapat menumbuhkan rasa cinta dan bangga akan produk lokal dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA 2015). Sehingga blue print Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025 dapat terwujud di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Launching Creative City Branding ILIKENDARI
Untuk perencanaan Kendari Kreatif Fest 2015 yang ke empat kalinya akan dilaksanakan sekitar bulan 8, 9 atau maksimal pada bulan 10 tahun 2015. Dengan pertimbangan banyaknya kunjungan turis asing ke Provinsi Sulawesi Tenggara pada bulan tersebut.
Demikian laporan hasil kegiatan Kendari Kreatif Fest 2014 yang dapat kami sampaikan. Atas kerjasama, bimbingan dan arahan serta perkenaannya diucapkan terima kasih.

Salam Kreatif!
Kendari Kreatif, 18 Desember 2014.


Ekonomi Kreatif: Kekuatan Baru Indonesia Menuju 2025





Rencana Aksi Jangka Menengah (RPJM) Ekonomi Kreatif Indonesia

http://gov.indonesiakreatif.net/publication/buku-rpjm-ekonomi-kreatif/

Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Ekonomi Kreatif Indonesia


Program Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi bagi Digipreneur Indonesia



Salam Kreatif!

Sumber: 



KKFest2014 MEndapat Perhatian Pemerintah Pusat

Wednesday, December 17, 2014


KKFest2014

SULTRANESIA - KENDARI, 12-14 Desember 2014 telah berlangsung event Kendari Kreatif Festival 2014 atau di singkat KKFest2014. Event ini merupakan acara tahunan Kendari Kreatif sebagai ajang untuk menampilkan seluruh produk kreatif di Kota Kendari, baik dari pementasan tari tradisional, monolog cerita rakyat, kerajinan tangan, clothing, maupun produk kreatif lainnya.

Selain itu, event kreatif juga menyajikan talk show yang di isi oleh sekertaris dirjen ekonomi kreatif pusat dan Rere sutradara asal Kota Kendari yang berhasil menggemparkan dunia perfilman nasional dengan Film Bombe.

"Perbedaan KKFest kali ini yang mulanya di gelar pada tahun 2012 adalah kita sekaligus menciptakan dan melaunching city branding Kota Kendari yaitu ILIKENDARI. City branding ini adalah proses atau usaha membentuk brand Kota Kendari agar mudah di ingat oleh masyarakat luar". Ungkap Rendra sebagai ketua Kendari Kreatif di tengah acara.

Penyerahan plakat ILKENDARI kepada Sekertaris Dirjen Ekonomi Kreatif

ILIKENDARI di pilih agar kesan masyarakat lokal dan luar senang dengan Kota Kendari. "Kendari memang layak di senangi oleh seluruh masyarakat. Karena potensi kota ini sangat besar. Pantainya indah, ada air terjun, puncak dan teluk di dalam kota. Geografis kota seperti ini sangat jarang di temui. Ini sekaligus harapan agar PEMDA juga lebih jeli melihat dan mengelola potensi Kendari untuk di sukai oleh wisatawan luar." tambahnya dengan penuh semangat

Penyerahan plakat ILKENDARI kepada Rere sutradara Film Bombe

KKFest2014 sangat mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Sebelumnya, Ketua Kendari Kreatif dan pelaksana KKFest2014 di undang ke Jakarta untuk mempresentasekan event tersebut. Alhasil, setelah undangan tersebut, perwakilan dirjen ekonomi kreatif beserta tim berkunjung ke Kendari sekaligus meresmikan ILIKENDARI sebagai city branding Kota Kendari.

“Semoga Kendari Kreatif terus menjaga semangat dan konsisten. Kami sangat mengapresiasi perjuangan Kendari Kreatif dalam memajukan industri kreatif di Kota Kendari." Ungkap Sekertaris Direktoral Ekonomi Kreatif saat mengisi talk show.

ILIKENDARI sebagai City Branding Kota Kendari

Well, semoga tahun depan Kendari Kreatif kembali menggelar KKFest di tahun berikutnya dan memberikan kejutan-kejutan untuk kemajuan industri kreatif di Kota Kendari.



Sumber : http://www.sultranesia.com/2014/12/kkfest2014-sita-perhatian-pemerintah.html



Kendari Kreatif Membawa Ukiran Kayu dan Kriya Pasir di Crafina 2014

Friday, December 5, 2014



Sebuah penyelenggaraan Craft Expo terbesar di Indonesia yang diselenggarakan oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bekerja sama dengan Mediatama Binakreasi. Dilaksanakan di Balai Sidang Jakarta Convention Center, 26 – 30 November 2014 tepatnya di hall A, hall B dan lobby JCC. Dengan memanfaatkan semaksimal mungkin tiga ruangan tersebut event ini mengenalkan, memamerkan dan memasarkan kerajinan Indonesia sekaligus menjawab dinamika dan gaya hidup yang berkembang di tengah masyarakat. Selain itu, disisi lain terdapat panggung talkshow dan pertunjukkan seni budaya dan fashion show serta menyediakan ruangan sebagai tempat promo pariwisata daerah. Crafina tahun ini mengusung tema “Craft as lifestyle” memberikan warna dan nuansa yang berbeda bagi pengunjung. Kegiatan ini pula menjadi pameran penutup kerajinan di tahun 2014 bagi para insan kreatif dan pelaku UKM.





Acara ini bertujuan untuk mewujudkan insan kreatif dan UKM yang tangguh dan mandiri serta mampu menghasilkan produk-produk berkualitas sehingga bisa menjadi komoditas perdagangan baik ditingkat nasional maupun internasional, demi menyambut tahun ekonomi kreatif yang dicanangkan oleh Pemerintah Republik Indonesia yang baru. Para peserta yang mengisi stand pameran yang berasal dari seluruh daerah di Indonesia menyajikan berbagai macam produk kerajinan yang sungguh menakjubkan, hasil kreatifitas berunsurkan tanah, pasir, kayu, batu, kain dan logam yang dibuat sesuai dengan trend dan lifestyle sehingga menghasilkan produk-produk unggulan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia dan Mancanegara. Disamping itu desain dan dekorasi stand yang cukup unik dengan menonjolkan keragaman seni dan budaya masing-masing daerah. Crafina 2014 juga diikuti oleh negara lain dari Pakistan dengan memamerkan produk yang terbuat dari perunggu dan kain permadani ciri khas timur tengah.




Crafina dari tahun ke tahun terus dilaksanakan sebagai wadah promosi bagi para pelaku industri kerajinan Indonesia untuk memperkenalkan dan memasarkan hasil kerajinannya dengan mengedepankan keaslian produk, keunikan budaya, estetika dan kearifan lokal. Ajang ini juga sebagai wahana interaksi dan pertukaran informasi bagi pengrajin, pengusaha, produsen craft Indonesia untuk membangun jaringan yang lebih luas dan besar sehingga terbuka kesempatan untuk memasuki perdagangan internasional. Produk craft art sebagai produk gaya hidup yang tetap mempertahankan ciri khas budaya nusantara dipadukan dengan nuansa kontemporer, tentunya memiliki kharisma dan aura tersendiri. Semua itu tersedia di Crafina 2014 dengan berbagai macam pilihan produk kerajinan lokal, diiringi dengan pertunjukan musik dan tari serta diskusi yang memberikan edukasi bagi pengembangan produk kerajinan Indonesia.






Kendari Kreatif tentunya tidak mau ketinggalan dengan kegiatan seperti ini, dengan keikutsertaan KK mengisi stand untuk memperkenalkan, memamerkan dan memasarkan produk kreatif lokal hasil karya dari insan kreatif yang ada dalam tubuh Kendari Kreatif. "Kami membawa produk unggulan yaitu Ukiran Kayu karya Nandar Art dan Kriya Pasir karya Adham Art, bersama dengan produk unggulan hasil binaan Dekranasda Provinsi Sulawesi Tenggara. Antara lain Kerajinan Bambu dan Rotan, Tenun Sultra yang dimodifikasi dengan perpaduan egel, Kerajinan Anyaman serta Kerajinan Tempurung Kelapa, semua produk tersebut merupakan hasil pelatihan dan workshop Desain Produk dari Disparekraf Prov. Sultra bekerjasama dengan Kemenparekraf Republik Indonesia. Untuk penjualan produk khusus dalam stand kami, menuai hasil yang sangat mengembirakan. Dengan total penjualan hingga mencapai puluhan juta rupiah, selain penjualan juga banyaknya pengunjung yang memesan untuk dibuatkan craf art sesuai dengan kebutuhan kantor, interior rumah tangga, hadiah, plakat dan marchandise". Tutur Derlin wakil Kendari Kreatif di Crafina 2014.




Crafina 2014 telah membuat ruang bagi masyarakat untuk menikmati gaya hidup masa kini dan kehidupan masa depan sebagai pelengkap kebutuhan manusia akan keindahan, kecantikan dan kerupawanan dengan mengapresiasi mahakarya pengrajin lokal sebagai salah satu kekuatan Bangsa Indonesia menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean tahun 2015.


FILM BOMBE' KARENA TANPA TEMAN KITA BUKAN SIAPA-SIAPA

Tuesday, November 18, 2014


Cover Karikatur Film Bombe'
6 anak kecil; Zaki, Kayla, Aya, Nisa, Seysa dan Yudi gemar berkelahi karena pengaruh lingkungan dan kondisi yang terjadi. Akhirnya bersatu karena kesamaan nasib, mereka berada dalam sebuah kota mati. Apalagi mereka terpencar menjadi 3 kelompok. Saat mencari teman-teman yang terpisah serta kabar orangtua mereka, ke 6 anak kecil itu bahu-membahu saling mencari dan dicari. Ditengah pencarian itu, kaki Kayla terluka parah dan membuat gadis kecil ini demam tinggi hingga tak sadarkan diri. Sementara Yudi tenggelam di Pantai Losari, Zaki yang ada ditempat itu juga tidak bisa menolong dan berbuat banyak karena tidak bisa berenang. Tiba-tiba muncul sosok seseorang yang merupakan City Major, ia dikenal oleh warga Makassar dengan nama ACO yang kemudian menuntun ke 6 anak kecil yang tersesat untuk mencari tahu jawaban atas kejadian yang mereka alami. Itulah sedikit sinopsis Film Indie karya anak muda lokal Makassar yang berjudul BOMBE’.

Dalam bahasa Makassar, BOMBE’ berarti perselisihan atau permusuhan, makanya ‘Jangan Suka Baku Bombe’ tidak baik bagi kehidupan masyarakat. Film Bombe’ yang sepenuhnya merupakan garapan anak muda lokal Makassar baik dari Direktur, Produser, Penulis, Sutradara dan Tim Produksi maupun seluruh talent merupakan orang lokal. Pemeran utama dalam film ini adalah 6 anak kecil asli asal Makassar, 2 diantaranya masih duduk dibangku taman kanak-kanak (TK) yang berusia dibawah 6 tahun, bahkan ada yang masih nol kecil pada waktu syuting berlangsung. Para pemeran sengaja diambil tokoh anak kecil karena pesan yang ingin disampaikan lebih natural jika diperankan oleh anak-anak yang akan menjadi penerus bangsa, ketika melihat anak-anak berbicara dengan baik, tentunya semua orang akan tertarik menyimaknya.
Adegan Artis FB'
Adegan Nisa FB'
Film ini lahir dari kemarahan melihat fenomena bahwa anak muda kerap perang kelompok, Makassar seolah identik dengan citra buruk itu. Kata Rere yang merupakan direktur dan sutradara Film Bombe’. Melalui komunkasi via telepon bersama kontributor IK, lanjut Rere mengatakan kami ingin mengikis steriotip Makassar sebagai kota anarkis, film ini berisikan pesan moral dan sosial bagi generasi muda. Kepada orang Makassar khususnya dan seluruh orang Indonesia pada umumnya, bahwa tidak perlu rusuh ataupun bertindak anarkis, seperti yang kebanyakan diberitakan oleh media baik cetak maupun elektronik. Bukan hanya kepada warga Makassar saja, tetapi juga untuk semua masyarakat Indonesia bahwa kota Makassar tidak hanya dipenuhi dengan aksi dan tindak kekerasan saja. Saya juga ingin tunjukkan kalau orang asli Makassar itu mampu untuk berkarya bukan hanya tahu bikin kacau sana sini. Tangkas Rere Art2tonic yang lahir dan menghabiskan masa remajanya di kota Kendari.

Meet and Great
Film Bombe ini diprakarsai oleh para pemuda Makassar dan mendapat dukungan penuh dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar, yang selalu mengapresiasi hal positif yang dilakukan oleh kaum muda terlebih lagi jika kegitan itu mampu untuk memberi dampak positif bagi seluruh masyarakat. Penggarapan film indie yang diproduksi selama setahun lamanya sejak bulan November 2013 ini, sangat bermuatan lokal dan uniknya menggunakan bahasa Makassar dan Indonesia dengan dialek/logat kental Makassar yang memang dikenal sebagai kota beradat-istiadat dan memegang teguh kearifan lokal. Dengan membuat Makassar menjadi kota mati, melalui adegan demi adegan, Film Bombe membawa kita untuk merasakan dampak jika permusuhan terus terjadi di kota Makassar. Yang tadinya ramai oleh hiruk pikuk aktivitas penduduknya, tiba-tiba dalam sekejap menjadi lengang, sunyi sepi dan gelap tanpa aktifitas apapun. Tidak ada lagi nafas kehidupan yang tersisa, hanya ada 6 anak kecil yang mencoba mencari tahu apa yang terjadi dengan kota yang mereka banggakan.

Kamera Drone Lap. Karebosi
Nisa
Adegan Ririn (Pendiri Kendari Kreatif) FB'
Film ini diawali dengan adegan 2 geng anak sekolah dasar yang saling bermusuhan. Hampir setiap hari mereka berkelahi, ada saja yang memicu pertengkaran mereka. Adegan ini pun menyadarkan kita jika bibit permusuhan sebenarnya sudah ada sejak kita kecil, sebab secara tak sadar, akibat demo anarkis dan tawuran yang sering terjadi, membuat anak kecil melakukan hal yang sama dan saling bombe. Dengan menciptakan adegan jalanan dan pemukiman yang sunyi, bukannya hal yang mudah dilakukan. Makassar terkenal dengan kota yang padat, bukan hanya penduduknya tapi juga tingginya aktifitas kendaraan serta transaksi bisnis dan usaha yang terjadi. Penuturan Ilham Arief Sirajuddin (Aco) yang ikut berakting dalam film tersebut sebagai Walikota berucap pihaknya harus bekerjasama dengan kepolisian untuk menutup beberapa jalan protokol selama beberapa jam. Hal ini untuk mendapatkan adegan yang benar-benar sunyi tanpa satupun aktifitas dan kendaraan yang melintas. Untuk mendapatkan momen sunyi itu, kita juga melakukan syuting pada tengah malam dan dini hari. Mudah-mudahan dengan film ini, membuat masyarakat sadar akan tanggung jawab untuk menjaga Kota Makassar yang kita cintai bersama.

Film yang berdurasi 100 menit ini, tidak hanya mengandung banyak pesan moral dan sosial serta sarat makna. Disisi lain, juga mengangkat betapa indahnya kota Makassar dari sejumlah sudut-sudut kota yang menjadi icon dan spot destinasi wisata buat para pelancong lokal, domestik maupun mancanegara. Diantaranya Pantai Losari, Lapangan Karebosi, Monumen Mandala serta pusat bisnis jalan Andi Pangeran Pettarani. Melalui film ini bisa menjawab dan mengubah image yang terbangun dari kota anarkis menjadikan Makassar sebagai kota yang penuh dengan kreatifitas. Bisa dibayangkan bagaimana rumitnya mengarahkan anak-anak kecil untuk berakting dengan baik dan benar, semua itu dapat terangkum dalam Film Bombe’. Sejak di launching pada tanggal 6 November 2014 di Studio 21 Makassar, jumlah penonton sudah tercatat sebanyak 25.000 orang selama 9 hari pemutaran. Kota kedua tempat diselenggarakannya screaning Film Bombe’ adalah Kendari di bioskop Hollywood Square dari tanggal 8 – 14 Desember 2014. Kita dapat membuat screaning Film Bombe' dibioskop-bioskop ataupun ditempat yang sesuai di kota masing-masing, tentunya dengan mekanisme dan sistem kerjasama secara independen, namun penayangannya dapat diputar ditempat industri film major.

Screaning di Kota Kendari
Sejak Tuhan menciptakan Adam, Tuhan juga menciptakan Hawa. Sejak Manusia ada, Manusia sudah ditakdirkan untuk selalu berteman.  “KARENA TANPA TEMAN KITA BUKAN SIAPA-SIAPA”.


dibalik layar Film Bombe'


Ririn & Daeng Uki

TRAILER FILM:
https://www.youtube.com/watch?v=ur_-6OgXMhA
https://www.youtube.com/watch?v=ecTCHi3JCr0
Copyright @ 2014 Kendari Kreatif. Designed by Templateism | MyBloggerLab

Media Kreatif Sulawesi Tenggara

Media Kreatif Sulawesi Tenggara
Follow Twitter @sultranesia
Back to top
  • L3