KKFest2014 MEndapat Perhatian Pemerintah Pusat

Rabu, 17 Desember 2014


KKFest2014

SULTRANESIA - KENDARI, 12-14 Desember 2014 telah berlangsung event Kendari Kreatif Festival 2014 atau di singkat KKFest2014. Event ini merupakan acara tahunan Kendari Kreatif sebagai ajang untuk menampilkan seluruh produk kreatif di Kota Kendari, baik dari pementasan tari tradisional, monolog cerita rakyat, kerajinan tangan, clothing, maupun produk kreatif lainnya.

Selain itu, event kreatif juga menyajikan talk show yang di isi oleh sekertaris dirjen ekonomi kreatif pusat dan Rere sutradara asal Kota Kendari yang berhasil menggemparkan dunia perfilman nasional dengan Film Bombe.

"Perbedaan KKFest kali ini yang mulanya di gelar pada tahun 2012 adalah kita sekaligus menciptakan dan melaunching city branding Kota Kendari yaitu ILIKENDARI. City branding ini adalah proses atau usaha membentuk brand Kota Kendari agar mudah di ingat oleh masyarakat luar". Ungkap Rendra sebagai ketua Kendari Kreatif di tengah acara.

Penyerahan plakat ILKENDARI kepada Sekertaris Dirjen Ekonomi Kreatif

ILIKENDARI di pilih agar kesan masyarakat lokal dan luar senang dengan Kota Kendari. "Kendari memang layak di senangi oleh seluruh masyarakat. Karena potensi kota ini sangat besar. Pantainya indah, ada air terjun, puncak dan teluk di dalam kota. Geografis kota seperti ini sangat jarang di temui. Ini sekaligus harapan agar PEMDA juga lebih jeli melihat dan mengelola potensi Kendari untuk di sukai oleh wisatawan luar." tambahnya dengan penuh semangat

Penyerahan plakat ILKENDARI kepada Rere sutradara Film Bombe

KKFest2014 sangat mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Sebelumnya, Ketua Kendari Kreatif dan pelaksana KKFest2014 di undang ke Jakarta untuk mempresentasekan event tersebut. Alhasil, setelah undangan tersebut, perwakilan dirjen ekonomi kreatif beserta tim berkunjung ke Kendari sekaligus meresmikan ILIKENDARI sebagai city branding Kota Kendari.

“Semoga Kendari Kreatif terus menjaga semangat dan konsisten. Kami sangat mengapresiasi perjuangan Kendari Kreatif dalam memajukan industri kreatif di Kota Kendari." Ungkap Sekertaris Direktoral Ekonomi Kreatif saat mengisi talk show.

ILIKENDARI sebagai City Branding Kota Kendari

Well, semoga tahun depan Kendari Kreatif kembali menggelar KKFest di tahun berikutnya dan memberikan kejutan-kejutan untuk kemajuan industri kreatif di Kota Kendari.



Sumber : http://www.sultranesia.com/2014/12/kkfest2014-sita-perhatian-pemerintah.html



Kendari Kreatif Membawa Ukiran Kayu dan Kriya Pasir di Crafina 2014

Jumat, 05 Desember 2014



Sebuah penyelenggaraan Craft Expo terbesar di Indonesia yang diselenggarakan oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bekerja sama dengan Mediatama Binakreasi. Dilaksanakan di Balai Sidang Jakarta Convention Center, 26 – 30 November 2014 tepatnya di hall A, hall B dan lobby JCC. Dengan memanfaatkan semaksimal mungkin tiga ruangan tersebut event ini mengenalkan, memamerkan dan memasarkan kerajinan Indonesia sekaligus menjawab dinamika dan gaya hidup yang berkembang di tengah masyarakat. Selain itu, disisi lain terdapat panggung talkshow dan pertunjukkan seni budaya dan fashion show serta menyediakan ruangan sebagai tempat promo pariwisata daerah. Crafina tahun ini mengusung tema “Craft as lifestyle” memberikan warna dan nuansa yang berbeda bagi pengunjung. Kegiatan ini pula menjadi pameran penutup kerajinan di tahun 2014 bagi para insan kreatif dan pelaku UKM.





Acara ini bertujuan untuk mewujudkan insan kreatif dan UKM yang tangguh dan mandiri serta mampu menghasilkan produk-produk berkualitas sehingga bisa menjadi komoditas perdagangan baik ditingkat nasional maupun internasional, demi menyambut tahun ekonomi kreatif yang dicanangkan oleh Pemerintah Republik Indonesia yang baru. Para peserta yang mengisi stand pameran yang berasal dari seluruh daerah di Indonesia menyajikan berbagai macam produk kerajinan yang sungguh menakjubkan, hasil kreatifitas berunsurkan tanah, pasir, kayu, batu, kain dan logam yang dibuat sesuai dengan trend dan lifestyle sehingga menghasilkan produk-produk unggulan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia dan Mancanegara. Disamping itu desain dan dekorasi stand yang cukup unik dengan menonjolkan keragaman seni dan budaya masing-masing daerah. Crafina 2014 juga diikuti oleh negara lain dari Pakistan dengan memamerkan produk yang terbuat dari perunggu dan kain permadani ciri khas timur tengah.




Crafina dari tahun ke tahun terus dilaksanakan sebagai wadah promosi bagi para pelaku industri kerajinan Indonesia untuk memperkenalkan dan memasarkan hasil kerajinannya dengan mengedepankan keaslian produk, keunikan budaya, estetika dan kearifan lokal. Ajang ini juga sebagai wahana interaksi dan pertukaran informasi bagi pengrajin, pengusaha, produsen craft Indonesia untuk membangun jaringan yang lebih luas dan besar sehingga terbuka kesempatan untuk memasuki perdagangan internasional. Produk craft art sebagai produk gaya hidup yang tetap mempertahankan ciri khas budaya nusantara dipadukan dengan nuansa kontemporer, tentunya memiliki kharisma dan aura tersendiri. Semua itu tersedia di Crafina 2014 dengan berbagai macam pilihan produk kerajinan lokal, diiringi dengan pertunjukan musik dan tari serta diskusi yang memberikan edukasi bagi pengembangan produk kerajinan Indonesia.






Kendari Kreatif tentunya tidak mau ketinggalan dengan kegiatan seperti ini, dengan keikutsertaan KK mengisi stand untuk memperkenalkan, memamerkan dan memasarkan produk kreatif lokal hasil karya dari insan kreatif yang ada dalam tubuh Kendari Kreatif. "Kami membawa produk unggulan yaitu Ukiran Kayu karya Nandar Art dan Kriya Pasir karya Adham Art, bersama dengan produk unggulan hasil binaan Dekranasda Provinsi Sulawesi Tenggara. Antara lain Kerajinan Bambu dan Rotan, Tenun Sultra yang dimodifikasi dengan perpaduan egel, Kerajinan Anyaman serta Kerajinan Tempurung Kelapa, semua produk tersebut merupakan hasil pelatihan dan workshop Desain Produk dari Disparekraf Prov. Sultra bekerjasama dengan Kemenparekraf Republik Indonesia. Untuk penjualan produk khusus dalam stand kami, menuai hasil yang sangat mengembirakan. Dengan total penjualan hingga mencapai puluhan juta rupiah, selain penjualan juga banyaknya pengunjung yang memesan untuk dibuatkan craf art sesuai dengan kebutuhan kantor, interior rumah tangga, hadiah, plakat dan marchandise". Tutur Derlin wakil Kendari Kreatif di Crafina 2014.




Crafina 2014 telah membuat ruang bagi masyarakat untuk menikmati gaya hidup masa kini dan kehidupan masa depan sebagai pelengkap kebutuhan manusia akan keindahan, kecantikan dan kerupawanan dengan mengapresiasi mahakarya pengrajin lokal sebagai salah satu kekuatan Bangsa Indonesia menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean tahun 2015.


FILM BOMBE' KARENA TANPA TEMAN KITA BUKAN SIAPA-SIAPA

Selasa, 18 November 2014


Cover Karikatur Film Bombe'
6 anak kecil; Zaki, Kayla, Aya, Nisa, Seysa dan Yudi gemar berkelahi karena pengaruh lingkungan dan kondisi yang terjadi. Akhirnya bersatu karena kesamaan nasib, mereka berada dalam sebuah kota mati. Apalagi mereka terpencar menjadi 3 kelompok. Saat mencari teman-teman yang terpisah serta kabar orangtua mereka, ke 6 anak kecil itu bahu-membahu saling mencari dan dicari. Ditengah pencarian itu, kaki Kayla terluka parah dan membuat gadis kecil ini demam tinggi hingga tak sadarkan diri. Sementara Yudi tenggelam di Pantai Losari, Zaki yang ada ditempat itu juga tidak bisa menolong dan berbuat banyak karena tidak bisa berenang. Tiba-tiba muncul sosok seseorang yang merupakan City Major, ia dikenal oleh warga Makassar dengan nama ACO yang kemudian menuntun ke 6 anak kecil yang tersesat untuk mencari tahu jawaban atas kejadian yang mereka alami. Itulah sedikit sinopsis Film Indie karya anak muda lokal Makassar yang berjudul BOMBE’.

Dalam bahasa Makassar, BOMBE’ berarti perselisihan atau permusuhan, makanya ‘Jangan Suka Baku Bombe’ tidak baik bagi kehidupan masyarakat. Film Bombe’ yang sepenuhnya merupakan garapan anak muda lokal Makassar baik dari Direktur, Produser, Penulis, Sutradara dan Tim Produksi maupun seluruh talent merupakan orang lokal. Pemeran utama dalam film ini adalah 6 anak kecil asli asal Makassar, 2 diantaranya masih duduk dibangku taman kanak-kanak (TK) yang berusia dibawah 6 tahun, bahkan ada yang masih nol kecil pada waktu syuting berlangsung. Para pemeran sengaja diambil tokoh anak kecil karena pesan yang ingin disampaikan lebih natural jika diperankan oleh anak-anak yang akan menjadi penerus bangsa, ketika melihat anak-anak berbicara dengan baik, tentunya semua orang akan tertarik menyimaknya.
Adegan Artis FB'
Adegan Nisa FB'
Film ini lahir dari kemarahan melihat fenomena bahwa anak muda kerap perang kelompok, Makassar seolah identik dengan citra buruk itu. Kata Rere yang merupakan direktur dan sutradara Film Bombe’. Melalui komunkasi via telepon bersama kontributor IK, lanjut Rere mengatakan kami ingin mengikis steriotip Makassar sebagai kota anarkis, film ini berisikan pesan moral dan sosial bagi generasi muda. Kepada orang Makassar khususnya dan seluruh orang Indonesia pada umumnya, bahwa tidak perlu rusuh ataupun bertindak anarkis, seperti yang kebanyakan diberitakan oleh media baik cetak maupun elektronik. Bukan hanya kepada warga Makassar saja, tetapi juga untuk semua masyarakat Indonesia bahwa kota Makassar tidak hanya dipenuhi dengan aksi dan tindak kekerasan saja. Saya juga ingin tunjukkan kalau orang asli Makassar itu mampu untuk berkarya bukan hanya tahu bikin kacau sana sini. Tangkas Rere Art2tonic yang lahir dan menghabiskan masa remajanya di kota Kendari.

Meet and Great
Film Bombe ini diprakarsai oleh para pemuda Makassar dan mendapat dukungan penuh dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar, yang selalu mengapresiasi hal positif yang dilakukan oleh kaum muda terlebih lagi jika kegitan itu mampu untuk memberi dampak positif bagi seluruh masyarakat. Penggarapan film indie yang diproduksi selama setahun lamanya sejak bulan November 2013 ini, sangat bermuatan lokal dan uniknya menggunakan bahasa Makassar dan Indonesia dengan dialek/logat kental Makassar yang memang dikenal sebagai kota beradat-istiadat dan memegang teguh kearifan lokal. Dengan membuat Makassar menjadi kota mati, melalui adegan demi adegan, Film Bombe membawa kita untuk merasakan dampak jika permusuhan terus terjadi di kota Makassar. Yang tadinya ramai oleh hiruk pikuk aktivitas penduduknya, tiba-tiba dalam sekejap menjadi lengang, sunyi sepi dan gelap tanpa aktifitas apapun. Tidak ada lagi nafas kehidupan yang tersisa, hanya ada 6 anak kecil yang mencoba mencari tahu apa yang terjadi dengan kota yang mereka banggakan.

Kamera Drone Lap. Karebosi
Nisa
Adegan Ririn (Pendiri Kendari Kreatif) FB'
Film ini diawali dengan adegan 2 geng anak sekolah dasar yang saling bermusuhan. Hampir setiap hari mereka berkelahi, ada saja yang memicu pertengkaran mereka. Adegan ini pun menyadarkan kita jika bibit permusuhan sebenarnya sudah ada sejak kita kecil, sebab secara tak sadar, akibat demo anarkis dan tawuran yang sering terjadi, membuat anak kecil melakukan hal yang sama dan saling bombe. Dengan menciptakan adegan jalanan dan pemukiman yang sunyi, bukannya hal yang mudah dilakukan. Makassar terkenal dengan kota yang padat, bukan hanya penduduknya tapi juga tingginya aktifitas kendaraan serta transaksi bisnis dan usaha yang terjadi. Penuturan Ilham Arief Sirajuddin (Aco) yang ikut berakting dalam film tersebut sebagai Walikota berucap pihaknya harus bekerjasama dengan kepolisian untuk menutup beberapa jalan protokol selama beberapa jam. Hal ini untuk mendapatkan adegan yang benar-benar sunyi tanpa satupun aktifitas dan kendaraan yang melintas. Untuk mendapatkan momen sunyi itu, kita juga melakukan syuting pada tengah malam dan dini hari. Mudah-mudahan dengan film ini, membuat masyarakat sadar akan tanggung jawab untuk menjaga Kota Makassar yang kita cintai bersama.

Film yang berdurasi 100 menit ini, tidak hanya mengandung banyak pesan moral dan sosial serta sarat makna. Disisi lain, juga mengangkat betapa indahnya kota Makassar dari sejumlah sudut-sudut kota yang menjadi icon dan spot destinasi wisata buat para pelancong lokal, domestik maupun mancanegara. Diantaranya Pantai Losari, Lapangan Karebosi, Monumen Mandala serta pusat bisnis jalan Andi Pangeran Pettarani. Melalui film ini bisa menjawab dan mengubah image yang terbangun dari kota anarkis menjadikan Makassar sebagai kota yang penuh dengan kreatifitas. Bisa dibayangkan bagaimana rumitnya mengarahkan anak-anak kecil untuk berakting dengan baik dan benar, semua itu dapat terangkum dalam Film Bombe’. Sejak di launching pada tanggal 6 November 2014 di Studio 21 Makassar, jumlah penonton sudah tercatat sebanyak 25.000 orang selama 9 hari pemutaran. Kota kedua tempat diselenggarakannya screaning Film Bombe’ adalah Kendari di bioskop Hollywood Square dari tanggal 8 – 14 Desember 2014. Kita dapat membuat screaning Film Bombe' dibioskop-bioskop ataupun ditempat yang sesuai di kota masing-masing, tentunya dengan mekanisme dan sistem kerjasama secara independen, namun penayangannya dapat diputar ditempat industri film major.

Screaning di Kota Kendari
Sejak Tuhan menciptakan Adam, Tuhan juga menciptakan Hawa. Sejak Manusia ada, Manusia sudah ditakdirkan untuk selalu berteman.  “KARENA TANPA TEMAN KITA BUKAN SIAPA-SIAPA”.


dibalik layar Film Bombe'


Ririn & Daeng Uki

TRAILER FILM:
https://www.youtube.com/watch?v=ur_-6OgXMhA
https://www.youtube.com/watch?v=ecTCHi3JCr0


Jumatan KK Sebagai Ibadah Kreatifitas

Minggu, 09 November 2014



Setiap hari Jumat dimulai pukul 20.00 wita – selesai menjadi agenda rutin mingguan dari Kendari Kreatif (KK) dalam upaya membuka kran pemikiran, ide, imajinasi dan tindakan nyata untuk mengembangkan Ekonomi Kreatif di Kota Kendari - Sulawesi Tenggara. Aktifitas ini  merupakan ajang silaturahmi dan diskusi bersama Komunitas Kreatif, Pengiat Kreatifitas dan Pelaku Industri Kreatif.

Kendari Kreatif (KK) telah mencaplok hari Jumat malam sebagai program mingguan dengan menamakannya Jumatan KK. Jumatan juga adalah upaya KK untuk membangun instrumen dalam usaha menaikkan kualitas kerja dan karya dari seluruh komponen yang ada di KK, utamanya bagi personal dan komunitas agar dapat menguasai public speaking, dimana dalam tubuh KK beranggotakan tidak hanya para kreator muda, insan kreatif dan mahasiswa yang sudah melahirkan beberapa karya, tapi ada pula anak-anak jalanan, pengamen dan yatim piatu yang putus sekolah.



KK akan terus menghidupkan program rutin mingguan itu, guna mengembalikan ruang-ruang publik seperti warkop, galeri, taman kota dan kota tua sebagai ranah bertukar pemikiran, pemahaman, pengetahuan dan ruang-ruang dalam membangun khazanah intelektual masyarakat kreatif. Acara Jumatan terbuka secara umum, siapa saja boleh mengikuti dan ikut mempersentasekan ide dan imajinasinya untuk di diskusikan bersama agar dapat di aplikasikan serta saling sharing melihat kondisi masyarakat dan tren yang lagi up to date.

Derlianun yang merupakan fasilitator dan moderator disetiap pelaksanaan Jumatan KK mengatakan bahwa “awal menghelat acara Jumatan karena kami suka berdiskusi dengan siapa saja, dan pada saat itu kami sementara mempersiapan program event yang bisa merangkul dan melibatkan semua unsur dan sektor industri kreatif tanpa adanya intimidasi, stigma, dogma dan diskriminasi terhadap komunitas-komunitas jalanan. program itu adalah #KKFest yang membutuhkan masukan dan kritikan sebagai alat ukur untuk menyelenggarakannya” Tutup Derlin.

Sementara ditempat yang berbeda via line phone Riqar Manaba menjelaskan bahwa “Hari Jumat adalah hari baik untuk beribadah, olehnya itu Jumatan KK adalah cara kami untuk IBADAH KREATIFITAS dengan bersilaturahmi dan berdiskusi positif mewujudkan ide dan imajinasi yang merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa agar dapat di aplikasikan ke masyarakat. Rangkuman dari setiap Jumatan akan dibuatkan kesimpulan menjadi sebuah formula membuat program kreatif bulanan, triwulan, semesteran dan program tahunan” Tangkas Riqar.


Berawal dari pertemuan demi pertemuan dan diskusi demi diskusi hanya antar komunitas, kreator serta pengusaha muda lokal. Kini acara Jumatan KK sudah dihadiri oleh beberapa tokoh nasional seperti Abdullah Mansuri - Ketua Umum IKAPPI (Ikatan Pedagang Pasar Indonesia), Yusran Darmawan – Penulis Kompasianer of the Year 2013 dan Dosen IPB (Institut Pertanian Bogor), Tita Larasati - Sekjen BCCF dan Dosen ITB (Institut Teknologi Bandung), Ivonne Kristiani – Sekjen Wikimedia Indonesia (promo CMS Ford Foundation) dan Ahmad Sofian – Penulis Pontianak Heritage.

Jumat malam, 31 Oktober 2014 acara Jumatan berlangsung di Kopi KK dengan kehadiran tamu dari Disparekraf Prov. Sultra yaitu Kamaruddin Sekretaris Dinas dan Ammarie Kabag Perencanaan beserta jajarannya dan Pemerintah Pusat Republik Indonesia yaitu Kementerian Pariwisata diantaranya Indra Nitua, Julia, Agus Ramdan, Nuriadin serta rombongan dari Kementerian Keuangan - Dja Kemenkeu yaitu Susilawati Nasir, Roma Uliartha, Sri Astutiningsih, Susi Suvereni, Muhyar dan Asep Syaiful. Silaturahmi dan diskusi bersama terasa sangat mengasikkan membuat suasana kekeluargaan terbangun alamiah, santai apa adanya dengan sajian kopi khas sulawesi dan kuliner lokal yang dijual di emperan jalan namun melahirkan diskusi berbobot dan berkualitas serta dihibur dengan live perform KKcoustic dengan penampilan musik reggae.



Kehadiran jajaran Pemerintah Pusat tersebut dalam rangka monitoring dan evaluasi sebagai bentuk tindaklanjut hasil kegiatan Workshop dan Bimtek Pengembangan Desain Produk dan Kemasan yang telah dilaksanakan di Kota Kendari. Selain itu para rombongan dari Jakarta ingin melihat dan ikut merasakan langsung kondisi dari para Komunitas Kreatif dalam bekerja dan berkarya nyata. Jumatan KK malam itu membentuk interaksi dengan perkenalan komunitas dan pelaku industri kreatif di Sulawesi Tenggara, begitu juga para tamu pusat memperkenalkan diri kepada hadirin yang ada dan saling tanya jawab serta terjadi komunikasi dua arah, yang disiarkan di M’Radio Kendari 105,8 FM.

Yang menarik dari Jumatan kali ini karena adanya perbincangan tentang Ekonomi Kreatif Indonesia oleh Pemerintah RI yang baru ini, setelah dihapusnya Kementerian yang membidangi Ekonomi Kreatif dalam susunan Kabinet Kerja dan telah di umumkan serta dilantik oleh Presiden Jokowi. Padahal kontribusi PDB dari Ekonomi Kreatif berdasarkan perhitungan Badan Pusat Statistik, nilai tambah ekonomi kreatif mencapai Rp 641,8 triliun pada tahun 2013 dengan pertumbuhan sekitar 5,76%, di atas pertumbuhan sektor listrik, gas, dan air bersih; pertambangan dan penggalian; pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan; jasa-jasa; dan industri pengolahan. Pertumbuhan PDB industri kreatif juga di atas pertumbuhan PDB nasional.

Jajaran Kementerian Pariwisata ikut merasa khawatir setelah tidak adanya ekokraf dalam susunan Kabinet Kerja Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla. Namun Indra Nitua - Direktur Industri dan IPTEK berpesan bahwa “kreatifitas itu tidak akan pernah mati walaupun tanpa Kementerian yang mengurusnya secara serius dan konsisten, teruslah berkarya jangan pernah berhenti sedetikpun, mari kita bangun bangsa ini dengan bukti karya kreatif baik berbentuk barang maupun jasa sehingga ikut berkontribusi pada PDB nasional”.  Sambil memegang smart phone dan memperlihatkan kepada hadirin di acara Jumatan KK, lanjut Indra berkata “ada pesan yang baru saja masuk lewat smart phone ini yaitu sebuah bocoran info bahwa sektor Ekonomi Kreatif tetap ada yang membidangi dalam Pemerintahan baru kita, rencananya dibulan Desember 2014 akan dibentuk Badan Ekonomi Kreatif dan Promosi Ekspor Impor Republik Indonesia.

Sementara ditempat yang sama Julia - Kasubdit Desain Produk dan Kemasan mengatakan “Sosialisasi Buku Cetak Biru Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Ekonomi Kreatif Indonesia 2025 sementara berjalan, berharap Kota Kendari juga menjadi tempat sosialisasi RPJP tersebut. Itu akan menjadi regulasi yang akan kita kerjakan bersama-sama”. Begitu juga Kementerian Keuangan akan selalu mendukung program-program Ekonomi Kreatif Indonesia demi pembangunan NKRI. Sedangkan Roma Uliartha memberikan masukan ide kreatif pada sektor seni pertunjukan “buat Komunitas yang ada di KK untuk selalu berkolaborasi menampilkan karya dan talenta yang dimiliki agar menghasilkan mahakarya”. Semoga saja Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla tidak menganggap ekokraf sebagai bidang yang kurang penting atau kalah penting dibandingkan dengan bidang lainnya, tetapi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia hasil pilihan langsung rakyat Indonesia itu menepati janji kampanyenya dan berkomitmen akan serius memajukan Ekonomi Kreatif Indonesia.





Ibu Julia (Kementerian Pariwisata RI) menerima proposal #KKFest2014
Bpk Ammarie (Disparekraf Prov. Sultra) menerima proposal #KKFest2014













Surat Buat Presiden JOKOWI; Harapan Kendari Kreatif Kepada Pemimpin Baru

Senin, 20 Oktober 2014


jokowi_jk_wpap_by_vector10-d7kb493

Dibuat di Kota Kendari - Provinsi Sulawesi Tenggara
Tanggal 20 Oktober 2014

Kepada Yth.
JOKOWI
Presiden Republik Indonesia
Di -
Istana Merdeka.


Banyak yang meragukan akan keberhasilan pembangunan ekonomi kreatif. Keraguan itu tentunya lahir dari kelompok dan penggiat usaha kreatif yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Keraguan itu tercermin dari kegelisahan anak muda yang memiliki segudang ide, namun tak memiliki ruang dalam menuangkan ide itu, ide saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan kekuatan besar bangsa ini. Pemimpin bangsa ini yang baru saja dilantik menaruh harapan besar kepada anak muda untuk berkreasi. Tapi apalah artinya kreasi jika itu hanya sampai digagasan, tapi tidak sampai pada tataran aplikasi.

Ide-ide besar pemimpin yang baru ini tentunya harus tertuang dalam tindak lanjut dilapangan. Kalau WS Rendra pernah bilang "Perjuangan Adalah Pelaksanaan Kata-Kata" maka kata-kata pemimpin baru kali ini harus jadi perjuangan. Ekonomi kreatif harus diperjuangkan agar berguna bagi masyarakat, dan untuk kemakmuran rakyat. Rakyat jangan hanya di iming-imingi pidato-pidato kenegaraan. Sebab rakyat tak butuh retorika, rakyat butuh kesejahteraan.

Maka dari itu harapan kami dari Kendari Kreatif komitmen akan pentingnya membangun rakyat sejahtera melalui industri kreatif. Kalau ucapan Mbak Tita Larasati Sekjen BCCF (Bandung Creative City Forum), waktu berkunjung ke Markas Kendari Kreatif pernah bilang "Siapapun presidennya ekonomi kreatif harus jalan terus". Kami tahu bahwa kami memiliki banyak kekurangan, namun dengan kekurangan itu kami butuh komitmen bersama pemimpin baru ini untuk terus memperjuangkan ekonomi kreatif dan menutup seluruh kekurangan. Mengenai gagasan atau konsep tentang ide-ide kreatif itu tentunya sudah menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.

Jangan hanya euforia yang dikedepankan dengan mempertontonkan pesta rakyat dibundaran HI. Lebih jauh dari itu kami selalu berharap dengan kepemimpinan baru ini lebih mengedepankan ekonomi berbasis kerakyatan, dalam hal ini ekonomi kreatif. Jadilah pemimpin seutuhnya, pemimpin yang mendahulukan keinginan rakyat, keinginan yang didukung oleh segenap harapan rakyat Indonesia.

Euforia saja tidak cukup, atau membangun pencitraan saja tidak cukup. Ekonomi Kreatif Indonesia harus digiatkan demi memajukan kesejahteraan masyarakat luas. Kegelisahan kami adalah ketika pidato tentang ekonomi kreatif hanya menjadi fatamorgana. Perlu digaris bawahi, ini untuk pemimpin baru Indonesia, kami menaruh harapan besar mengenai kemajuan ekonomi kreatif. Masalah terbesar kami, ketika rakyat disini hanya menaruh harapan menjadi pegawai berokrasi, satu sektor ini yang menjadi perhatian masyarakat. Sementara tingkat produktifitas masyarakat hanya sampai di forum-forum seminar dan pelatihan, tapi penerapan akan pentingnya produksi itu sama sekali nihil. Semoga pidato itu bukan sekedar dongeng belaka dari seorang pemimpin baru.

Demikian, atas perkenaannya diucapkan terima kasih.


Hormat Kendari Kreatif,
SALAM KREATIF...
Derlianun Barthesian Latoharu






Copyright @ 2014 Kendari Kreatif. Designed by Templateism | MyBloggerLab

Media Kreatif Sulawesi Tenggara

Media Kreatif Sulawesi Tenggara
Follow Twitter @sultranesia
Back to top
  • L3